KLINIK BELAJAR BRAIN BOOSTER MANAGEMENT Jl. Prapanca Raya 115, Keb. Baru (021) 70732682


PENDERITA TIROID MELAHIRKAN ANAK2 CACAT

Posted in Uncategorized, artikel, kesehatan, mind detox by Administrator on the July 22nd, 2007

Teman2 bagi mereka yang mengalami gejala emosi labil, sulit tidur, tangan seringkali gemetar atau tremor, detak jantung tidak beraturan, rambut rontok, kadang sakit dibagian tenggorok/leher depan. Mudah lelah, tidak kuat panas terik/suhu tinggi. Maka segera periksa ke dokter dengan pemeriksaan lab yang lengkap Sgpt Sgot T3 T4 dll, ini PENTING! Apalagi bagi mereka yang mau menikah atau punya keturunan. Bagi penderita yang tidak tertangani dini, anak yang dilahirkan umumnya menderita cacat fisik maupun mental.

Jadi bagi teman2 yang memiliki saudara/sahabat informasikan berita ini. Ahli endokrinolog/kelenjar gondok umumnya ada hanya di rumah sakit besar.

Apabila ada pertanyaan atau ingin bergabung bersama saya untuk berbagi info kepada masyarakat hubungi : atty dengan mengisi RELPY dibawah artikel ini, utk berbagi dengan sesama saudara kita yg mengalami gejala atau menderita tiroid. Dengan memberikan informasi, mudah2an saudara2 kita dapat memiliki KONSEP JELAS utk melawan penyakit akibat kelainan fungsi tiroid. 

Saya menderita Hipertiroid - Thyroidtoxicosis selama 17tahun. Aman2 aja asal paham bagaimana menjalani hidup berdamai dengan penyakit yang sulit ditaklukan ini.

Mari berbagi manfaat bagi sesama atas nama Kasih Sayang.

HIDAYAH MELALUI PENYAKIT TUMOR GANAS ( 2 )

Posted in artikel, kesehatan, mind detox by Administrator on the July 19th, 2007

Dalam perjalanan hidup saya menghadapi penyakit ini kurang lebih 17thn, hikmah yang saya dapatkan cukup banyak.  

  1. Saya hampir tidak pernah lelah untuk belajar, baik tentang perkembangan medis pengobatan penyakit tumor/kanker maupun perkembangan pengobatan tradisional secara holistic/alternative-in light medicine.
  2. Saya banyak belajar psikologi-medis atas dampak gangguan emosi pada para penderita tumor/kanker dari para dokter baik di Bandung, Solo dan Jakarta di beberapa rumah sakit besar.
  3. Saya belajar mengenai Islam untuk mencapai arti hidup dan Penciptanya.
  4. Saya menemukan manfaat agama dalam kehidupan.
  5. Saya mendalami psikologi-religi dari Al-Quran dan Hadist
  6. Saya menerapkan psikologi-religi dalam Al-Quran untuk menghadapi penyakit akut, akhirnya menemukan Metode Ikhlas, yang sangat banyak meringankan rasa sakit dan takut.
  7. Berhubung penyakit saya, setiap 3 tahun memproduksi badai getah-bening, maka hampir setiap saat saya memanfaatkan waktu sebaik mungkin.
  8. Waktu menjadi begitu berharga, pada serangan badai getah-bening yang membanjiri seluruh organ tubuh,  maka saya pun belajar bagaimana metabolisme tubuh dan fungsi fisiologinya.
  9. Dalam memperlajari fungsi organ tubuh, saya mempelajari bagaimana melawan racun tubuh dengan Metode Detoksifikasi.
  10. Akhirnya dalam perjalanan cukup panjang, saya dipertemukan dengan Metode Hypnotherapy. Metode ini, sangat efektif untuk menerapkan gabungan dari semua metode yang saya terapkan selama ini dalam menghadapi rasa sakit. Yaitu, Psikologi-Medis , Psikologi-Religi, Metode Ikhlas & Metode Detoksifikasi untuk memperbaiki Metabolisme Tubuh dengan ijin Sang Pencipta.
  11. Melalui beberapa tahun uji penerapan dengan berbagai kasus penyakit pada objek penelitian, akhirnya saya memberanikan diri untuk berbagi dengan sesama saudara2 muslim untuk menuju perbaikan hidup secara mental.
  12. Dengan kesiapan mental para penderita perlahan2 mendapat hikmah berupa kesembuhan fisik (pada penyakit ringan baik fisik maupun mental). Arti lain dari sudut pandang religi, para penderita mampu berkomunikasi dengan Pencipta yang telah memberikan kemampuan menyembuh-diri dari penyakit atau Self-Healing dengan aktivasi Yaa Syifaa atau Alloh Maha Penyembuh yang dimiliki setiap manusia dalam dirinya.

Dengan latar belakang studi dalam bidang Sistem Informatika dan Ekonomi Manajemen dan bekerja sebagai advisor/penasehat bidang keuangan & pengembangan sumber daya manusia.

Ditambah sekolah saya terlama dalam menghadapi penyakit ini 17th pulang pergi Rumah Sakit, saya sungguh-2 bersyukur atas pemberian Alloh berupa penyakit ganas ini.

Saya perlahan membangun kepercayaan diri dan memberanikan diri menjadi seorang terapis. Berbagi pada sesama saudara2 dan anak2 remaja untuk menghadapi hidup lebih ceria lebih optimis dan lebih cerdas.  

Walau secara medis, penyakit saya saat ini belum ada obat untuk kesembuhan total, saya tetap menjalani hidup dengan suka-cita. Asal semua pantang dijaga, maka penyakit ini tidak mengganggu. Ketika serangan badai-getah bening, saya berusaha untuk menghadapinya dengan ikhlas. Kita kembali saja pada konsep bahwa AJAL BUKAN KARENA PENYAKIT.

Berbekal konsep itu, hingga hari ini saya tetap mempelajari bagaimana memerangi badai getah bening, dibantu oleh rekan2 dari Ikatan Pengobatan Alternatif Indonesia, Ikatan Thabib Indonesia dan rekan2 dokter dari berbagai rumah sakit baik di Indonesia, Singapore dan China. 

Begitulah HIDAYAH ALLOH datang melalui penyakit, apabila kita terima dengan lapang dada & keikhlasan, begitu besar HIKMAH yang terkandung di dalamnya. 

Bagaimana mungkin seorang saya, yang bukan siapa-2 akhirnya mampu menjadi seorang terapis, yang dapat berdiskusi dengan orang2 pandai baik dari bidang medis maupun non-medis di dalam negeri maupun luar negeri.

Suatu nikmat yang tiada dapat diungkapkan dengan kata, hanya Alloh yang Maha Mengetahui isi hati kita. Terima kasih ya Rabb…, sungguh diluar dugaan bagaimana Engkau menyampaikan kasih sayangMu.

Ternyata BENAR bahwa manusia membutuhkan bimbingan untuk mengenalMu melalui nabi-nabi dan Rasulullah saw agar mendapatkan keselamatan di dunia dan kebahagiaan di akhirat.

Ternyata BENAR mengapa Engkau berkali2 mengirimkan nabi-nabi ke muka bumi ini untuk memberi peringatan pada hamba2Mu. 

Sebagai umat nabi Muhammad saw, maka saya mengerti mengapa saya harus berterima kasih kepada GURU BESAR kita ini, mengapa kita bershalawat, mengapa kita harus menyampaikan salam pada Nabi Muhammad saw dalam sholat kita, mengapa harus ber-iman pada Rosulullah dalam rukun Iman.  

Melalui penyakit ini, saya menjalani hidup dengan banyak ke-anehan yang sebelumnya seringkali saya sesali, seringkali saya marah kepada Alloh.  

Melalui penyakit ini, saya dapat menjalani hidup dengan tertatih2 menghantarkan Ibu dan Ayah saya menjelang ajal mereka. Tatkala orang2 sibuk pada karir, saya menghadapi hidup dengan kemampuan seadanya, saya menjadi pilihan untuk menjaga orang2 sakit karena saya dikenal seringkali berada dirumah/pengangguran. 

Sekali lagi sungguh diluar nalar kita, bagaimana Alloh sangat berkuasa atas umatNya. Kehidupan dengan mudah membelokkan kita ke berbagai arah sesuai dengan TAKDIR yang dituliskan untuk tiap umat. 

Walau nalar membuat rencana hidup sesuai optimasi intelektual, tetapi TAKDIR tidak sesuai, maka JANGAN BERHARAP akan tercapai.  Tetapi dengan ke-ikhlasan kita mampu menuai optimasi intelektual scara spiritual. Akhirnya kita mampu mencapai optimasi di bidang lain tanpa kita mampu menduga. Dan hasil yang di capai JAUH LEBIH BAIK dari rencana nalar kita sebelumnya. 

Demikian saudara2ku, anak2ku betapa AL QURAN dan HADIST ini benar2 bermanfaat. Di setiap kesulitan PASTI disusul dengan kemudahan, ternyata SANGATLAH BENAR. 

Di saat kita marah atas kehidupan yang membuat hati susah, adalah bagian dari KUASA TUHAN ATAS UMATNYA adalah sungguh2 BENAR. Ternyata TAKDIR jauh lebih berkuasa diatas USAHA kita.  Jadi agar usaha kita tidak sia2, dekatkanlah diri kepada SANG MEMILIKI TAKDIR agar USAHA kita SEJALAN dengan TAKDIR. 

Apabila jalan hidup kita tidak semulus bagaimana USAHA dan TAKDIR yang sejalan, adalah tidak lain Alloh sangat mencintai umatNya itu untuk mempertebal IMAN kepadaNYA dan Alloh mensucikan segala kesalahan2 umatNya itu melalui perjalanan hidup yang sulit, agar umatNya menjadi suci laksana emas dibersihkan dari debu2nya.

Bahwa putus asa adalah JAUH DARI NIKMAT…. Raihlah nikmat dengan bersabar dan menimba ILMU adalah sangat BENAR. Semoga hal ini menjadi bermanfaat bagi kita semua….  

HIDAYAH MELALUI PENYAKIT TUMOR GANAS ( 1 )

Posted in Uncategorized, artikel by Administrator on the July 14th, 2007

Sejak usia  9-10 tahun kesehatan saya tergolong baik, fisik tegap, senang  berolah-raga. Bahkan ban merah pada olahraga JUJITSU saya dapatkan pada kelas 1 SD.   Kursus bahasa pun saya selesaikan pada usia termuda, kelas 5 SD tamat hingga tingkat akhir. Juara kelas atau ranking 5 besar adalah hal yang normal bagi keluarga. Belajar adalah hobi. Termasuk mempelajari latar belakang berbagai agama. 

Tak disangka pusing2 yang sering saya alami kadang hingga pingsan atau diikuti oleh serangan jantung, berujung pada kelainan kelenjar getah bening. Hal yang harus dijaga adalah tidak tahan cuaca atau suhu udara yang panas/terik. 

Hingga usia dewasa, para dokter mengingatkan saya untuk tes DNA apabila mau menikah dan punya keturunan. Karena penderita penyakit ini apabila hamil, bayi yang di kandung kemungkinan besar mengalami cacat. Berbekal keyakinan bahwa Tuhan tidak mungkin menguji umatNya diluar batas kemampuan, akhirnya saya memutuskan menikah dan hamil tanpa tes DNA. 

Masa hamil adalah masa yang cukup kritis, kondisi fisik lemah didampingi dokter2 internis, Jantung, THT, Genekolog bersama2 mengiringi kehamilan saya yang hampir keguguran. Kehamilan seringkali diiringi dengan pendarahan.

Akhirnya masa menegangkan bagi para dokter (saya dan suami cenderung lebih pasrah) berakhir dengan penuh mujizat, anak lahir sempurna diberi nama PRASYA ANINDITYA artinya PUTRI PERTAMA LAHIR DI BULAN SYAWAL TANPA CACAT. 

Waktu berlalu terasa sangat singkat, pada usia bayi 3 bulan, terjadi lagi serangan getah bening meliputi hampir seluruh organ tubuh, sehingga para dokter memberikan saya keputusan medis bahwa usia fisiologis organ tubuh yang sudah dipenuhi oleh racun dari getah bening hanya mampu bertahan hingga 1 tahun mendatang. 

Berhubung yang memberi informasi adalah team-dokter jadi saya terima saja, saya tidak mencari second-opinion atau pendapat ahli lainnya.

Untuk selanjutnya  saya di terapi oleh ahli endokrinolog. Dulu masih dokter sekarang sudah jadi guru besar, alias Profesor. Selain mendapat vonis kerusakan organ tubuh, dokter ahli kelenjar /endokrinolog ini menambahkan, umumnya penderita penyakit ini memiliki ketidak-seimbangan emosi, jadi 90% penderita mengalami perceraian. Karena pasangan hidup sulit memahami dampak penyakit ini.  

Komplit ! Tapi heran juga, pada waktu itu saya sangat tenang menerima semuanya. Hari demi hari saya lalui bersama keluarga dengan suka-cita, karena memang tidak satupun keluarga mengetahui hal vonis mati ini.  

Mereka hanya seringkali bertanya2 kenapa saya sering jatuh sakit. Bahkan pada awalnya, suami pun tidak mengetahui, hanya Datuk atau Paman saya yang seorang dokter senior memahami tentang saya dan penyakit ini. Mendekatkan diri pada Tuhan jelas saya jalankan, wong persiapan mau mati lho….

Akhirnya suatu malam usia bayi 3 bulan, saya mengalami kematian. Mungkin mati suri, mungkin tidak suri, saya tidak paham. Yang saya paham adalah saya mengalami “PENJEMPUTAN” oleh sang malaikat (kata buku). Yang saya alami,  saya dijemput dan keluar dari tubuh saya yang sedang tidur bersama bayi. 

Perlahan saya menyaksikan tubuh saya, bayi saya, suami saya, mengitari rumah saya dan tiba2 secepat kilat seolah tubuh saya seperti kesedot vacuum-cleaner raksasa menuju keatas, Keluar rumah menuju langit yang waktu itu malam hari.

Seketika saya berpikir apakah ini waktu saya untuk kembali pulang kerumah Tuhan ?  Saya berusaha mengucapkan kalimat syahadat. Karena konon pabila membaca kalimat syahadat kita bisa masuk surga.  

TERNYATA!  Suuuuuuliiiiiiiiiiitnya bukan main! Yang terucap hanya “As…” berulang2x  “As…” 

Rasanya dalam hitungan detik, saya tiba di sebuah ruang tanpa batas, dihadapan saya sebuah sinar maha besar putih kekuning-2an seperti matahari tetapi lembut dan tidak menakutkan. Mirip seperti tatapan kasih sayang seorang ibu, tetapi berbentuk cahaya yang maha besar dahsyat tapi penuh kasih sayang. 

Saya pikir mungkin ini Alloh Tuhan-ku, lalu saya memohon apabila diperbolehkan saya mohon diijinkan untuk kembali dan mengurus bayi yang baru dilahirkan, yang dipercayakan pada saya dan suami agar dapat dirawat diasuh dan dididik sebagaimana perintah Tuhan. 

Tak ada jawaban atau suara atau apapun selayaknya interaksi, tiba2 saya memiliki kekuatan dan kemampuan untuk bertakbir. “Allohu Akbar…” begitu selesai bertakbir saya kembali berada disamping bayi mungil tercinta.

Ternyata Alloh Maha Pemurah Maha Pengasih Maha Mengabulkan memberi saya kesempatan untuk merawat dan mengasuh bayi mungil, ananda Prasya putri kami satu2nya yang lahir dalam banjirnya getah bening dalam tubuh saya. 

Sejak perjalanan spiritual saya pada malam itu, otomatis semaksimal mungkin saya berusaha mengenal tentang Islam. Walau terlahir Islam, saya tidak mengenal Islam sebaik saya mengenal penyakit saya. 

Setahun berlalu saya masih hidup, walau sakit2an saya tetap semangat. Berobat kemana2, dengan metode apapun. Dari aneh hingga ajaib pun saya jalani. Kuncinya KEYAKINAN bahwa penyakit ini dari Tuhan hanya Tuhan-lah yang dapat menyembuh-kan. Titik. Jadi yang pengobatan alternative yang aneh2 hampir tidak ada hasil konkrit. 

Alhamdulillah hingga saat ini usia penyakit saya hampir 17 tahun, dokter2 yang dulu memvonis saya sudah sepuh dan bertanya metode apa yang digunakan hingga bisa bertahan ?  Jawabnya, metode Alloh. Karena sulit menjelaskan secara rinci apa dan bagaimana  cara kerja metode Alloh, organ2 tubuh rusak bisa bertahan hingga 17 tahun.

Tapi para dokter sepuh mengangguk2 dan senyum, mereka bagaimanapun PASTI mengalami perjalanan dan pengembangan spiritual juga, yaa… ajal adalah milik Tuhan. Jadi mis-konsep di masyarakat bahwa dokter berdarah dingin..agaknya TIDAK SEMUA dokter. Bahkan sekarang banyak dokter jadi Da’I. 

Hikmah perjalanan hidup saya hingga saat ini adalah, KEMATIAN hal yang biasa. Persiapkan amal ibadah adalah BENAR. Karena yang mengucapkan kalimah syahadat bukan mulut TETAPI iman atau hati atau ruh kita yang sudah terlatih mengucapkan ashma/nama Alloh dengan penuh makna. 

KEMATIAN adalah pintu kita untuk berusaha menuju perbaikan dalam hidup. Baik secara mental maupun fisik, baik dalam pendalaman mental pribadi maupun cara kita bermasyarakat. Baik dalam menimba /meraih ilmu, berkarya maupun dalam berbagi ilmu.  

KEMATIAN = PULANG - KAMPUNG, begitu besar rasa cinta kita kepada Alloh. Hingga rasa rindu yang sangat dalam begitu melekat. Indahnya cinta kepada Alloh mengalahkan segalanya, termasuk mengalahkan rasa takut. 

Takut bagaimana kita didalam kubur? Bagaimana siksa2 kubur? Api neraka dll sebagainya?  

Dengan menjalankan AMAR MA’RUF NAHI MUNGKAR alias menjauhi yang dilarang Alloh dan menjalankan semua perintahNYA, dalam koridor RUKUN IMAN dan RUKUN ISLAM.  

Alloh menjamin UMATNYA untuk mendapat perlindungan dan cinta kasihNYA yang bukan main dahsyatnya. Dan ALLOH TIDAK MELANGGAR JANJINYA. 

Atas keyakinan itu saja, kita dapat menikmati kasih sayangNYA walau belum dalam kubur, apalagi setelah KEMATIAN. Dengan KEMATIAN habis sudah waktu kita untuk koleksi dosa2 baru. Selesai atau Tidak kumpulkan!  

Masih berlumur dosa saja, kita selalu mendapat kasih sayangNYA tanpa kita sadari. Apalagi kalau kita sudah MATI, berarti tidak membuat dosa baru.  Begitu kan konsekwensi logisnya?  

Nah bagaimana agar kita dapat meraih perlindungan dan KASIH SAYANGNYA yang MAHA DAHSYAT itu? 

HIDUP menuju KEMATIAN, Alloh sudah memberikan kita contekan agar kita dapat perlindungan dan kasih sayang-NYA dalam hidup maupun mati, di dunia maupun di akherat. Semua contekan tertera dalam AL-QUR’AN dan HADIST.

Kalo ujian ada contekan yang lengkap. Masa iya kita gagal ujian? 

Alloh memberikan kita hidup yang HANYA UNTUK DIUJI, dan Alloh memberikan semua teori berikut jawaban2nya ada dalam AL-QUR’AN.  

UJIAN OPEN BOOK !! Presisi diatas 99% !  

Mari berlomba menuju kebaikan, persiapan MATI, krn ajal bukan karena usia atau penyakit.  Ajal milik ALLOH SEMATA. HANYA ALLOH yang mengetahui kapan ajal itu TIBA pada kita.  

Penyakit Jiwa Menular?

Posted in Uncategorized, artikel, kesehatan, mind detox by Administrator on the July 9th, 2007

Setelah meneliti lebih dari 7thn terhadap penyakit ini, khususnya  bagi keluarga yang tidak mengakui atau menolak kenyataan bahwa ada anggota keluarganya yang mengidap penyakit kelainan prilaku.

Tanpa disadari keluarga akan menerima asosiasi keliru dari penderita secara terus menerus dan berulang2 selama bertahun-2 ketahanan mental maupun intelektual anggota keluarga yang sehat pun terganggu. Nilai2 atas kehidupan dan bermasyarakat-pun bergeser. 

Apalagi si penderita yang tidak di konsultasikan ini hidup hanya berdua dengan suami/istri/saudara/anak, setidaknya anggota keluarga yg sehat juga berprilaku atau setidaknya perpola pikir bahkan bertutur-kata mirip dengan penderita. Alias ketularan sarap/gila (Dalam kedokteran maupun dlm dunia psikology jenis2 kelainan prilaku berpuluh2 jenis. Dari ringan hingga kelas berat)

Jadi penting bagi keluarga mengakui bahwa ada anggota keluarga yang “sakit” dan perlu dibantu. Baik oleh tenaga medis maupun psikolog. Mahal? Kenapa hal ini selalu jadi issue ya..?

Bagaimana kalau kita tinjau dari sudut, berapa banyak kerugian kita, apabila penderita membuat masalah di toko/supermarket atau di sekolah? Nah, kita yg pembela mati2an dari penderita, tentu kena batunya. Mengganti kerugian, atau dilaporkan berkomplot dengan penderita. Krn bukti dan saksi tindak pidana jelas, maka kasus pidana dapat dilanjutkan. Belum lagi kasus sosial, penderita mengadu pada keluarga bahwa dia dianiaya oleh tetangga. Padahal ini hanya ada dalam pikiran penderita, berapa banyak kerugian dalam menderita malu akibat hal ini? Atau si penderita merasa di fitnah dll, tentu sebagai keluarga kita membela mati2an, akhirnya kita ikut2an membenci sosok yang memfitnah, tanpa bisa mencari bukti keabsahannya. Krn kalau kita “Berani” mencari fakta, berarti kita mulai mengakui kondisi si penderita. Siapkah anda? Harus siap dong….

Kalau kita sayang/cinta pada penderita, kitalah yang maju menuju klinik dokter/psikolog. Bukan penderita! Apabila kondisi tertentu, psikiater akan memberi obat depresan berupa obat tetes, jadi penderita tidak mengetahui bahwa dirinya dalam pengobatan. Akan jelas terlihat bagaimana penderita menjadi manusia biasa, bukan manusia “super benci”, “super dengki” atau “super-takut” dllsbgnya.

Nah…, kapan anda siap demi keluarga tercinta? dan demi diri anda sendiri?

Selamat berjuang… melawan ego adalah jalan menuju perbaikan.